Mengajar adalah ujian kesabaran

Tak terasa hari ini sudah jam 20.00 tepat ketika saya menulis ini. Seperti luar biasanya, pekerjaan tetap banyak dan bisa terselesaikan sedikit demi sedikit walau hari ini cuaca di Jakarta agak panas tapi pekerjaan dapat terselesaikan dengan tuntas. Hari ini saya meu menulis tentang bagaimana seharusnya kita mengajar. Sebagai pengajar kita harus mampu melihat banyak kondisi pada saat kita mengajar. Baik kondisi kita sendiri ataupun kondisi orang yang kita ajar ataupun linkungan tempat kita mengajar. beberapa hal tersebut sangat membantu dalam keberhasilan mengajar tersebut.

Hari ini ketika saya datang untuk mengajar, ada pengajar (saya lebih enak mengatakan pengajar saja…) yang sedang mengajar anak umur 5 tahun (TK B). Beliau sedang mengajar bagaimana menulis dan mengeja huruf-huruf dan merangkainya menjadi sebuah kata.

Awalnya ketika saya datang, kondisinya sangat hangat. Pengajar tersebut yang adalah seorang Ibu, membacakan lalu mengeja, dan si anak mulai menuliskannya. Setelah beberapa waktu lamanya suara si Pengajar tersebut mulai lebih kuat. Mungkin diakibatkan si anak ini sulit menuliskan apa yang dilafalkan pengajar tersebut. Pertama-tama suaranya tidak terlalu besar. Tetapi lama kelamaan suara tersebut semakin menggelegar dan akhirnya membentak si anak hingga si anak tidak mampu lagi mengucapkan sedikitpun kata-kata seperti ketika mengeja diawal-awal pertemuan. Analisa saya adalah si anak sudah menjadi ketakutan karena bentakan si Pengajar tersebut.

Akhirnya tidak berapa lama kemudian si Anak pun akhirnya terkena pukulan dari si Pengajar. Kemudian si pengajar mengatakan akan memasukkan nya ke toilet dan mengurungnya jika tidak bisa menuliskan apa yang dilafalkan pengajar tersebut.

Mungkin dari beberapa pembaca sudah mulai tidak sabar bagaimana akhir dari cerita tersebut. Akan tetapi saya bukan mau menceritakanya sampai tuntas. Yang ingin saya bahas di sini adalah sesuai dengan judul di atas. Pengajar bertugas mengajar dan menegur jika ada kesalah-kesalahan yang terjadi pada peserta didik. Bukan menghakimi ataupun mejadikan mereka tempat pelapiasan amarah kita sebagai pengajar. Kita sebagai pengajar harus benar-benar sabar dalam mengajar, mengarahkan dan menegur orang yang kita ajar. Entah itu siswa, anak atau siapapun.

Jika ada kesalahan yang dilakukan, maka tugas kita adalah menegur bukan menghajarnya. Jika ada yang tidak dimengerti atau kurang paham bagi siswa tersebut tugas kita adalah mencari cara lain atau mungkin cara yang sedikit berbeda dari biasanya agar siswa tersebut bisa memahami. Bisa juga menghentikan sejenak pelajaran tersebut, kemudian melanjutkanya pada waktu yang lain.

Dalam kasus di atas, si anak masih umur 5 tahun dan ingin belajar dalam menulis dan mengeja tulisanya. sesuai dengan umurnya, sudah seharusnya orang yang mengajarnya harus mengerti bahwa si anak membutuhkan waktu untuk berfikir dalam mencerna pelajaran tersebut. Itu artinya pengajarnya harus lebih sabar menunggu si anak menangkap apa yang dikatakan pengajar tersebut. Akan tetapi kesalahan terjadi adalah ketika si pengajar tersebut kurang sabar sehingga emosinya meningkat dan pelampiasan adalah peserta didik tersebut.

Persoalan selanjutnya yang akan timbul adalah kepada si anak. Atau dengan kata lain efek psikologis si anak tersebut. anak tersebut bisa menjadi ketakutan sehingga sulit untuk belajar, tidak fokus karena takut kena marah ketika dia salah mengerjakan sesuatu yang ditugaskan. Dan yang paling berat adalah ketika dalam pikiran si anak bahwa guru atau pengajar itu kejam. Ini jadi masalah tersendiri yang akan timbul dalam diri si anak dan akan sulit untuk diubah.

Kesimpulanya, sebagai pengajar….hendaknya kita lebih sabar dalam mengajar siswa-siswa kita. Ketika mereka tidak bisa ataupun salah, bukan berarti kita pantas memarahi mereka. tetapi kita cari cara terbaik untuk mengarahkan agar lebih baik. Mungkin dengan metode yang berbeda dan unik akan memudahkan mereka menangkap maksud dari pelajaran tersebut. Mungkin dengan teknologi juga akan lebih baik😀

Semangat dan tetap sabar dalam mengajar.

Mengajar adalah ujian kesabaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s