Meningkatkan minat belajar menggunakan Flash

FLASH

Pernah mendengar Flash? Pastinya sudah tidak asing lagi bagi kita. Flash adalah sebuah Program yang dapat kita gunakan untuk membuat sesuatu lebih menarik, interaktif dan dinamis sehingga yang melihatnya tidak mudah bosan, bahkan cenderung ingin menikmatinya berlama-lama. Baik itu Presentasi, animasi game dan lain-lain.

Ingin bukti? …..buktinya adalah ketika kita melihat sesuatu yang unik kemudian bergerak dan mampu meresponi apa yang kita berikan atau input, maka kita cenderung untuk melakukanya lagi dan lagi. Inilah yang menjadikan Flash begitu menarik. Kita bisa membuat bahan presentasi yang menarik. Tidak hanya statik tapi kita dapar membuatnya lebih dinamis. Saya sudah pernah menggunakanya untuk bahan presentasi saya ketika saya menyusun tugas akhir saya ketika kuliah. Dan hasilnya sangat memuaskan.

Yuk kita mulai yah…tanpa berlama-lama:

Pertama sekali…yuk kita kenalan dengan tampilan utama dari adobe Flash CS 3,

Halaman Utama

Yuk kita bahas sedikit-sedikit,

Layer adalah tempat dimana kita bisa meletakkan objek-objek yang kita pakai, baik kita gambar ataupun kita import. Dalam satu layer bisa terdiri dari beberapa objek. Tetapi saya tidak menyarankanya. Alasanya adalah kita akan kerepotan ketika akan memilih objek tersebut suatu saat. Oleh karena itu, gunakan satu layer untuk setiap objek.

Tools adalah tempat peralatan yang akan kita gunakan dalam membuat objek ataupun tulisan pada stage. Ada selection tools, subselection tools, free transform, laso, pen tool, text tool, line, rectangle, pencil, brush, ink bottle, paint, eyedropper, eraser, hand, zoom, stroke color, fill color, snap to object dan smooth.

Stage adalah daerah tempat objek yang akan kita tempatkan. Jika onjek berada di luar stage maka ketika merender, onjek tersebut tidak akan terlihat. Jadi, usahakan tetap berada di dalam stage.

Time Line adalah frame yang bisa kita isi untuk menggerakkan sebuah objek persatuan waktu. Standardnya adalah 12fps (12 frame per second). Artinya dalam satu detik frame akan dilewati sebanyak 12 frame.

Scene adalah part atau bagian – bagian pada sebuah project kita. Misal nya pada sebuah project kita ada 3 scene dimana scene 1 adalah profil, scene 2 adalah produk, scene 3 adalah kontak. Atau misalnya kita mau membuat sebuah film, maka scene 1 adalah didaerah rumah, scene 2 di jalan, scene 3 di sekolah. Itu semua bisa kita atur sendiri sesuai keinginan kita. Jangan terlalu kaku.

Symbol adalah objek yang akan kita masukkan ke dalam lybrari kita. Sehingga kita mudah untuk menggunakanya dilain waktu dan lebih mudah untuk mengedit onjek tersebut secara privat atau sendiri tanpa takut terganggu objek lainya.

Library adalah tempat penyimpanan seluruh objek yang kita gunakan termasuk yang kita gambar sendiri, poto import, ataupun musik. Semuanya dimasukkan kedalam library.

Properties adalah karakter atau sifat atau semua informasi tentang sebuah objek. Misal ada sebuah objek kotak dengan ketinggian 100px lebar 100px dan berada pada koordinat (0,0) warnanya, namanya dan lain-lain, termasuk juga type objek tersebut. Apakah graphic, movie clip ataupun button, maka semuanya akan terlihat pada properties

Baiklah…cukup untuk perkenalan tampilan utamanya. Jika ada yang kurang jelas bisa bertanya ke dukun…eh salah…ke blog saya https://bukudigitals.wordpress.com dengan cara memberikan komentar, ataupun email ke sianturi.josafat@yahoo.com saya akan dengan senang hati menjawabnya.

Mari kita mulai project pertama kita. Buka Flash kemudian terlihat seperti berikut ini:

Create

Pilihlah Flash File (ActionScript 2.0) alasanya adalah karena saya menggunakan ActionScript 2.0 heheheehe…..berikutnya akan di upgrade menjadi 3.0. Selanjutnya akan tampak seperti pada gambar main stage yang pertama

Tampilan Utama

Perhatikan baik-baik daerah propertiesnya. Terlihat ukuranya 550 x 400 pixel. Itu adalah ukuran standard dari Flash. Jika kita ingin mengubahnya juga bisa. Sesuai keinginan kita. Tinggal klik di daerah ukuran tersebut, maka akan muncul properties yang bisa kita ubah. Untuk tutorial ini saya menggunakan ukuran 400 x 400 Pixel serta warna background adalah #66CC00.

Setelah itu double klik pada layer, dan isikan dengan nama “objek_kotak

Nama Layer

Setelah itu buat sebuak objek kotak dengan cara sebagai berikut. Pilih pada tools gambar berikut

setelah itu buat objek kotak dengan ukuran 50 x 50 Pixel dan beri warna sesuka hati kamu (saya menggunakan warna putih). Maka penampakanya adalah seperti berikut:

Objek Kotak

Berikutnya kita akan menggerakkan objek kotak tersebut. Tapi….sebelum kita menggerakkanya ada yang harus kita tambahkan yaitu membuat objek kotak kita tersebut menjadi sebuah symbol. Tujuanya adalah supaya kita mudah meng-edit nya suatu saat. Caranya seperti berikut:

Klik kanan pada “objek_kotak” kemudian pilih “Convert to symbol

Convert

Setelah itu akan muncul seperti berikut ini:

COnvert_Graphic

Ketikkan namanya “objek_kotak” dengan type symbolnya adalah Graphic. Kemudian klik “OK”.

Perbedaan dari objek yang sebelum dan setelah diconvert adalah, ketika sebelum diconvert masih terpecah, dalam arti…kita bisa merubahnya dengan mudah di stage utama. Tetapi setelah diconvert, maka objek tersebut sudah menjadi satu dan tidak bisa diubah di stage utama. Cara mengubahnya adalah dengan cara double click pada objek_kotak tersebut lalu kita bisa mengedit nya. Seperti pada gambar berikut ini:

Convert dan NonConvert

Yang berikut adalah menggerakkan “objek_kotak” tersebut. Caranya sebagai berikut. Pada time line ke 40, klik kanan lalu pilih insert frame

Insert Frame

Sehingga akan terbentuk seperti gambar berikut ini

Time Line

Selanjutnya pada properties klik tombol motionsehingga time line berubah warna menjadi warna biru

Motion Tween

Time line berubah menjadi biru dan ada garis putus-putus di tengah time line tersebut. Itu menandakan bahwa objek yang kita buat siap untuk digerakkan kemana kita hendak menggerakkannya.

Motion tween Line

Untuk menggerakkan objek_kotak saya mengklik sambil menarik objek ke-arah kanan (Drag) sehingga pada garis putus-putus tadi akan terbentuk panah garis lurus seperti gambar berikut:

Move Object

Untuk membuktikan apakah pekerjaan kita berhasil, kita dapat menekan tombol Enter pada keyboard. Maka objek_kotak akan bergerak dari titik semula ke tempat terakhir kita drag objek tadi. SELAMAT….kamu sudah berhasil membuat animasi sederhana dengan gerakan horizontal.

Yang terakhir adalah cara menyimpan hasil pekerjaan kita. Klik File > Save > Isikan Nama File anda. Misalnya “latihan_gerakan_horizontal”, lalu klik “Save”.

Jangan lupa untuk emninggalkan Komen. Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s